Tugas
Strategi Pembelajaran
tentang
" Model Belajar dan Rumpunan Model Mengajar "
Disusun Oleh :
Nurhafifah
1820126
4.4
Dosen Pembimbing :
Yessi Rifmasari, M.Pd
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD)
Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
(STKIP) Adzkia
Padang
2020/2021
MODEL BELAJAR DAN RUMPUNAN MODEL MENGAJAR
Strategi Pembelajaran
tentang
" Model Belajar dan Rumpunan Model Mengajar "
Disusun Oleh :
Nurhafifah
1820126
4.4
Dosen Pembimbing :
Yessi Rifmasari, M.Pd
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD)
Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
(STKIP) Adzkia
Padang
2020/2021
MODEL BELAJAR DAN RUMPUNAN MODEL MENGAJAR
A. Pengertian Model Pembelajaran Langsung
Menurut Arends (Trianto, 2011: 29) model pembelajaran lansung merupakan salah satu pendekatan mengajar yang dirancang khusus untuk menunjang proses belajar siswa yang berkaitan dengan pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural yang terstruktur dengan baik yang dapat diajarkan dengan pola kegiatan yang bertahap, selangkah demi selangkah.
Sedangkan menurut Nur (2000: 7) model pembelajaan langsung merupakan model pembelajaran yang berpusat pada guru, yang mempunyai lima langkah dalam pelaksanaannya, yaitu menyiapkan siswa menerima pelajaran, demonstrasi, pelatihana terbimbing, umpan balik, dan pelatihan lanjutan (mandiri).
Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulakan bahwa pembelajaran langsung adalah kerangka konseptual yang menggambarkan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar tertentu, dan dapat berfungsi sebagai pedoman bagi para pendidik dalam merencanakan dan melaksanakan proses belajar mengajar.
B. Tujuan Pembelajaran Langsung
Ciri-ciri dari pembelajaran langsung menurut Widaningsih, Dedeh (2010, 151) antara lain :
1. Adanya tujuan pembelajaran dan prosedur penilaian hasil belajar.
2. Sintaks atau pola keseluruhan dan alur kegiatan.
3. Sistem pengelolaan dan lingkungan belajar yang mendukung berlangsung dan berhasilnya pengajaran.
Model DI dirancang secara khusus untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang terstruktur dengan baik dan dapat dipelajari selangkah demi selangkah.
C. Tahap Model Pembelajaran Langsung
Menurut Bruce dan Weil (1996) tahap model pemebelajaran langsung antara lain:
1. Orientasi
a) Pendahuluan, mengetahui pengetahuan yang relevan dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa.
b) Mendiskusikan atau menginformasi tujuan pelajaran.
c) Memberikan penjelasan/arahan mengenai kegiatan yang akan dilakukan.
d) Menginformasikan materi/konsep yang akan digunakan dan kegiatan yang akan dilakukan selama pembelajaran.
e) Menginformasikan kerangka pelajaran.
2. Presentasi
a) Penyajian materi dalam langkah-langkah kecil sehingga materi dapat dikuasai siswa dalam waktu relatif pendek.
b) Pemberian contoh-contoh konsep.
c) Pemodelan atau peragaan keterampilan dengan cara demonstrasi atau penjelasan langkah-langkah kerja terhadap tugas.
d) Menjelaskan ulang hal-hal yang sulit.
3. Latihan Terstruktur
Memberikan umpan balik terhadap respon siswa dan memberikan penguatan terhadap respon siswa yang benar dan mengoreksi siswa yang salah.
4. Latihan Terbimbing
Untuk mengakses/menilai kemampuan siswa untuk melakukan tugasnya. Pada fase ini peran guru adalah memonitor dan memberikan bimbingan jika diperlukan.
5. Latihan Mandiri
Fase ini dapat dilalui siswa jika telah menguasai tahap-tahap pengerjaan tugas 85-90% dalam fase bimbingan latihan.
D. Pengertian Model Pembelajaran Berbasis Masalah
Riyanto (2010: 285) mengatakan, "pembelajaran berbasis masalah adalah suatu model pembelajaran yang dirancang dan dikembangkan untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah".
Menurut Arends ( dalam Trianto, 2007: 68) pembelajaran berbasis masalah adalah suatu model pembelajaran dimana siswa mengerjakan permasalahan yang otentik dengan maksud untuk menyusun pengetahuan mereka sendiri, mengembangkan inkuiri dan keterampuilan berfikir tingkat tinggi, mengembangkan kemandirian dan percaya diri.
Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis masalah adalah salah satu strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam proses kegiatan pembelajaran yang menggunakan masalah sebagai langkah untuk mengumpulkan pengetahuan, sehingga dapat merangsang siswa untuk berfikir kritis dan belajar secara individu maupun kelompok sampai menemukan solusi dari masalah tersebut.
E. Langkah-langkah Model Pembelajaran Berbasis Masalah
Menurut Arends (dalam Harianto dan Warsono, 2012: 401) langkah-langkah model pembelajaran berbasis masalah antara lain:
1. Orientasi siswa pada masalah
2. Mengorganisasi pada siswa
3. Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok.
4. Mengembangkan dan menyajikan hasil
5. Menganalisis dan mengevaluasi proses dan hasil pemecahan masalah.
Sedangkan menurut Nur (2000: 7) model pembelajaan langsung merupakan model pembelajaran yang berpusat pada guru, yang mempunyai lima langkah dalam pelaksanaannya, yaitu menyiapkan siswa menerima pelajaran, demonstrasi, pelatihana terbimbing, umpan balik, dan pelatihan lanjutan (mandiri).
Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulakan bahwa pembelajaran langsung adalah kerangka konseptual yang menggambarkan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar tertentu, dan dapat berfungsi sebagai pedoman bagi para pendidik dalam merencanakan dan melaksanakan proses belajar mengajar.
B. Tujuan Pembelajaran Langsung
Ciri-ciri dari pembelajaran langsung menurut Widaningsih, Dedeh (2010, 151) antara lain :
1. Adanya tujuan pembelajaran dan prosedur penilaian hasil belajar.
2. Sintaks atau pola keseluruhan dan alur kegiatan.
3. Sistem pengelolaan dan lingkungan belajar yang mendukung berlangsung dan berhasilnya pengajaran.
Model DI dirancang secara khusus untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang terstruktur dengan baik dan dapat dipelajari selangkah demi selangkah.
C. Tahap Model Pembelajaran Langsung
Menurut Bruce dan Weil (1996) tahap model pemebelajaran langsung antara lain:
1. Orientasi
a) Pendahuluan, mengetahui pengetahuan yang relevan dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa.
b) Mendiskusikan atau menginformasi tujuan pelajaran.
c) Memberikan penjelasan/arahan mengenai kegiatan yang akan dilakukan.
d) Menginformasikan materi/konsep yang akan digunakan dan kegiatan yang akan dilakukan selama pembelajaran.
e) Menginformasikan kerangka pelajaran.
2. Presentasi
a) Penyajian materi dalam langkah-langkah kecil sehingga materi dapat dikuasai siswa dalam waktu relatif pendek.
b) Pemberian contoh-contoh konsep.
c) Pemodelan atau peragaan keterampilan dengan cara demonstrasi atau penjelasan langkah-langkah kerja terhadap tugas.
d) Menjelaskan ulang hal-hal yang sulit.
3. Latihan Terstruktur
Memberikan umpan balik terhadap respon siswa dan memberikan penguatan terhadap respon siswa yang benar dan mengoreksi siswa yang salah.
4. Latihan Terbimbing
Untuk mengakses/menilai kemampuan siswa untuk melakukan tugasnya. Pada fase ini peran guru adalah memonitor dan memberikan bimbingan jika diperlukan.
5. Latihan Mandiri
Fase ini dapat dilalui siswa jika telah menguasai tahap-tahap pengerjaan tugas 85-90% dalam fase bimbingan latihan.
D. Pengertian Model Pembelajaran Berbasis Masalah
Riyanto (2010: 285) mengatakan, "pembelajaran berbasis masalah adalah suatu model pembelajaran yang dirancang dan dikembangkan untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah".
Menurut Arends ( dalam Trianto, 2007: 68) pembelajaran berbasis masalah adalah suatu model pembelajaran dimana siswa mengerjakan permasalahan yang otentik dengan maksud untuk menyusun pengetahuan mereka sendiri, mengembangkan inkuiri dan keterampuilan berfikir tingkat tinggi, mengembangkan kemandirian dan percaya diri.
Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis masalah adalah salah satu strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam proses kegiatan pembelajaran yang menggunakan masalah sebagai langkah untuk mengumpulkan pengetahuan, sehingga dapat merangsang siswa untuk berfikir kritis dan belajar secara individu maupun kelompok sampai menemukan solusi dari masalah tersebut.
E. Langkah-langkah Model Pembelajaran Berbasis Masalah
Menurut Arends (dalam Harianto dan Warsono, 2012: 401) langkah-langkah model pembelajaran berbasis masalah antara lain:
1. Orientasi siswa pada masalah
2. Mengorganisasi pada siswa
3. Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok.
4. Mengembangkan dan menyajikan hasil
5. Menganalisis dan mengevaluasi proses dan hasil pemecahan masalah.
Untuk materi pembahasanya sudah bagus.. tapi dalam penyusunanya masih acakan cotoh pada judul A di sana ada bagian pembahasanya dan rician. Tolong di dusun rapi agar mudah di pahami dan menarik untuk dilihat
BalasHapusArtikelnya bagus dan saya ingin sedikit bertanya. Apa perbedaan model belajar dengan rumpun pembelajaran?
BalasHapusBagus
BalasHapusThanks sdh berbagi
BalasHapus