Keterampilan Dasar Mengajar 2 


A. Keterampilan Membuka Pelajaran
      Menurut Zainal Aqib (2013:89) membuka pelajaran ialah kegiatan yang dilakukan guru/infrastruktur untuk menciptakan suasana siap mental dan penuh perhatian pada diri siswa/peserta pelatihan. Sedangkan Saiful Bahri (2010:138-139) mengemukakan bahwa keterampilan membuka pelajaran adalah perbuatan guru untuk menciptakan sikap mental dan menimbulkan perhatian anak didik agar terpusat pada yang akan dipelajari.

     Membuka pelajaran (set induction) ialah usaha atau kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan belajar mengajar untuk menciptakan prakondisi bagi siswa agar mental maupun perhatiannya terpusat pada bahan yang akan dipelajarinya sehingga memberikan efek yang positif terhadap kegiatan belajar. (Abdul Majid, 2015:242)

     Berdasarkan beberapa pendapat tersebut, dapat dibuat sebuah kesimpulan bahwa membuka pelajaran merupakan kegiatan yang dilakukan guru untuk menciptakan suasana siap mental dan menimbulkan perhatian peserta didik agar terpusat pada hal-hal yang akan dipelajarinya. Sedangkan keterampilan membuka pelajaran adalah kemampuan yang harus dimiliki guru dalam membuka pelajaran sehingga peserta didik siap dan fokus dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Maka tujuan dari keterampilan membuka pelajaran yaitu sebagai berikut:
1. Membangkitkan motivasi dan perhatian.
2. Membuat anak memahami bentuk tugas
3. Menyiapkan mental siswa untuk memasuki kegiatan inti pelajaran.
4. Menyadari siswa akan hubungan antara pengalaman / bahan yang sudah dimiliki / diketahui dengan yang akan dipelajari.
5. Memberikan gambaran tentang pendekatan atau kegiatan yang akan siterapkan atau dilaksanakan dalam kegiatan.

Komponen-komponen dan aspek-aspeknya menurut Abimanyu (1985) adalah sebagai berikut:

1. Menarik perhatian siswa
   Banyak cara yang dapat digunakan guru untuk menarik perhatian siswa, antara lain seperti berikut:
a. Gaya mengajar guru.
   Guru hendaknya memvariasikan gaya mengajarnya agar dapat menimbulkan perhatian siswa. Misalnya guru memilih posisi di kelas dan memilih kegiatan yang berbeda dari yang biasanya dia kerjakan dalam membuka pelajaran.

b. Penggunaan alat bantu mengajar
     Guru dapat menggunakan alat-alat bantu mengajar seperti gambar, model, skema, dan sebagainya untuk menarik perhatian siswa, serta dapat pula menimbulkan motivasi dan memungkinkan terjadi kaitan antara hal-hal yang akan dipelajari. Oleh karena itu, agar siswa dapat tertarik perhatiannya, guru hendaknya mengadakan pola interaksi yang bervariasi dalam menyelenggarakan pembelajaran.

2. Menimbulkan motivasi
     Sedikitnya ada 4 (empat) cara untuk menimbulkan motivasi, yaitu:
a. Dengan kehangatan dan keantusiasan
b. Dengan menimbulkan rasa ingin tahu
c. Mengemukakan ide yang bertentangan
d. Dengan memperhatikan minat siswa

B. Keterampilan Menutup Pelajaran
       Kegiatan menutup pelajaran adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mengakhiri pelajaran (Hasibuan.1994). Kegiatan menutup pelajaran tersebut tidakmencakup kegiatan rutin yang dilakukan siswa seperti menyiapkan alat peraga mengucapkan salam mengisi daftar hadir dan sebagainya. Usaha menutup pelajaran tersebut dimaksudkan untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang apa yang telah dipelajari siswa, mengetahui tingkat pencapaian siswa dan tingkat keberhasilan guru dalam proses belajar mengajar.

Komponen-Komponen Keterampilan Menutup Pelajaran
   Menjelang akhir dari suatu pelajaran atau pada akhir setiap penggal kegiatan, guru harus melakukan kegiatan menutup pelajaran. Hal ini harus dilakukan agar siswa memperoleh gambaran yang utuh tentang pokok-pokok materi pelajaran yang telah dipelajari. Menurut Abimanyu (1985) cara-cara yang dapat dilakukan guru dalam menutup pelajaran ini adalah sebagai berikut:

1. Meninjau Kembali
    Menjelang akhir suatu jam pelajaran atau pada akhir setiap penggal kegiatan, guru meninjau kembali apakah inti pelajaran yang diajarkan telah dikuasai siswa. Ada dua cara meninjau kembali penguasaan inti pelajaran itu, yaitu merangkum inti pelajaran dan membuat ringkasan.

2. Mengevaluasi
    Salah satu upaya untuk mengetahui apakah siswa sudah memperoleh wawasan yang utuh tentang suatu konsep yang diajarkan selama satu jam pelajaran atau sepenggal kegiatan tertentu adalah dengan penilaian. Untuk maksud tersebut guru dapat meminta siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan secara lisan atau mengerjakan tugas-tugas

Tujuan keterampilan menutup pelajaran
    Keterampilan dasar mengajar menutup pelajaran memiliki tujuan untuk:

1. Mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaranMengetahui tingkat keberhasilan guru dalam membelajarkan pada siswa
2. Membantu siswa untuk mengetahui hubungan antara pengalaman pengalaman yang telah di kuasainya dalam hal hal yang baru saja dipelajarinya (E.Mulyasa 2004, Hasibuan dkk. 1994)

C. Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil
    Menurut Mulyasa dalam Suwarna (2006:79), “diskusi kelompok adalah suatu proses percakapan yang teratur, yang melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang bebas dan terbuka, dengan tujuan berbagi informasi/pengalaman, mengambil keputusan atau memecahkan suatu masalah”.

    Diskusi kelompok merupakan strategi yang memungkinkan siswa menguasai suatu konsep atau memecahkan suatu masalah melalui satu proses yang memberi kesempatan untuk berfikir, berinteraksi sosial, serta berlatih bersikap positif. Dengan demikian diskusi kelompok dapat meningkatkan kreativitas siswa, serta membina kemampuan berkomunikasi termasuk di dalamnya ketrampilan berbahasa.

Diskusi kelompok kecil mempunyai karakteristik sebagai berikut :

1. Melibatkan kelompok orang yang anggotanya antara 3-9 orang (idealnya 5-9 orang).

2. Berlangsung dalam interaksi secara bebas (tidak ada tekanan dan paksaan ) dan langsung, artinya semua anggota kelompok mendapat kesempatan untuk saling beradu pandang dan saling mendengarkan serta saling berkomunikasi dengan yang lain.

3. Mempunyai tujuan tertentu yang akan dicapai dengan kerjasama antar anggota kelompok.

4. Berlangsung menurut proses yang teratur dan sistematis, menuju suatu kesimpulan.

     Dengan memperhatikan keempat karakteristik tersebut dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan diskusi kelompok adalah suatu proses pembicaraan yang teratur  yang melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang informal dengan tujuan untuk mengambil keputussan atau memecahakan suatu persoalan atau masalah.

Keuntungan diskusi kelompok kecil
     Beberapa keuntungan yang dapat diambil dari diskusi kelompok kecil:
1. Kelompok menjadi kaya dengan ide dan informasi untuk mendapatkan hasil yang lebih baik
2. Termotivasi oleh kehadiran teman
3. Mengurangi sifat pemalu
4. Anak merasa terikat untuk melaksanakan keputusan kelompok,
5. Meningkatkan pemahaman diri anak
6. Melatih sisa untuk berfikir kritisMelatih siswa untuk mengemukakan pendapatnya
7. Melatih dan mengembangkan jiwa social pada diri siswa

Kelemahan diskusi kelompok kecil
1. Waktu belajar lebih panjang
2. Dapat terjadi pemborosan waktu
3. Anak yang pemalu dan pendiam menjadi kurang agresif
4. Dominasi siswa tertentu dalam diskusi
5. Tidak dapat mencapai tujuan pembelajaran ketika siswa kurang siap mengikuti kegiatan pembelajaran

   Semua kekurangan tersebut dapat ditekan dengan rencana yang matang dan keterampilan guru mengarahkan, memberi petunjuk yang jelas, memahami kesulitan siswa, dan membagi perhatian pada semua kelompok.

D. Keterampilan Pengelolaan Kelas
  Menurut (Majid, 2014) pengelolaan kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya jika terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar.
    Menurut (Mulyasa, 2013) pengelolaan kelas merupakan keterampilan guru untuk menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif, dan mengendalikannya jika terjadi gangguan dalam pembelajaran.
  Menurut (Usman, 2013) pengelolaan kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar.
   Menurut (Wardani, 2005) keterampilan mengelola kelas adalah keterampilan dalam menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal guna terjadinya proses pembelajaran yang selalu serasi dan efektif.
     Menurut (Wina Sanjaya, 2005) bahwa pengelolaan kelas merupakan keterampilan guru menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya manakala terjadi hal-hal yang dapat mengganggu suasana pembelajaran.
    Menurut (Winataputra, 2004) keterampilan mengelola kelas adalah keterampilan menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal, serta keterampilan guru untuk mengembalikan kondisi belajar yang terganggu ke arah kondisi belajar yang optimal.

    Berdasarkan pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa keterampilan mengelola kelas merupakan keterampilan yang digunakan oleh seorang guru dalam proses pembelajaran guna untuk mengkondisikan belajar siswa dengan harapan supaya terjadi suatu kondisi kelas yang kondusif, memaksimalkan sarana dan prasarana, menjaga keterlibatan siswa, menciptakan dan mempertahankan kondisi belajar yang optimal dan rasa nyaman dalam proses belajar mengajar.

Adapun prinsip-prinsip pengelolaan kelas yang dikemukakan oleh (Usman, 2013) adalah sebagai berikut:
1. Kehangatan dan keantusiasan
2.Tantangan
3.Bervariasi
4.Keluwesan
5.Penekanan pada hal-hal yang positif
6. Penanaman disiplin diri

Tujuan Pengelolaan Kelas
   Menurut Ahmad (1995:2), tujuan pengelolaan kelas adalah sebagai berikut:
1. Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.
2. Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi belajar mengajar.
3. Menyediakan dan mengatur fasilitas serta peralatan belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional, dan intelektual siswa dalam kelas.

E. Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perseorangan
     Ketrampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan adalah kemampuan guru / instruktur / widyaiswara dalam mengembangkan terjadinya hubungan interpersonal yang sehat dan akrab antar guru dengan siswa, maupun antar siswa dan siswa, baik dalam kelompok kecil maupun perorangan Didi Suprieadi dan Deni Darmawan bandung pt remaja rosdakarya (2012: 158).
  Dequeliy dan Gazali (Slameto, 2010: 30) mendefinisikan mengajar adalah menambah pengetahuan pada seseorang dengan cara paling singkat dan tepat. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ketrampilan merupakan kecakapan untuk menyelesaikan tugas, sedangakan mengajar adalah melatih.

    Jadi ketrampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan adalah kecakapan menanamkan pengetahuan yang dilakukan pada sekelompok siswa dan pada siswa secara individu (muhidin, 2011).

Syarat-syarat Agar Mengajar Kelompok  Kecil dan Perseorangan Dapat Terwujud
   Setiap siswa memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Untuk itu diperlukan variasi untuk menanganinya. Pengajaran kelompok kecil dan perorangan akan terwujud jika terpenuhinya syarat-syarat sebagai berikut:

1. Adanya hubungan yang sehat dan akrab antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa
2. Siswa belajar dengan kecepatan, kemampuan, cara dan minat sendiri
3. Siswa mendapatkan bantuan sesuai dengan kebutuhannya
4. Siswa dilibatkan dalam perencanaan belajar
5. Guru dapat memainkan berbagai peran




Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini