Keterampilan Dasar Mengajar 1
Keterampilan Dasar Mengajar 1
Keterampilan dasar mengajar (teaching skill) merupakan kemampuan atau keterampilan yang bersifat khusus yang harus dimiliki oleh guru, dosen, instruktur atau widyaiswara agar dapat melaksanakan tugas mengajar secara efektif, efisien dan profesional (As. Gilcman 1991). Dengan demikian, keterampilan dasar mengajar berkenaan dengan beberapa keterampilan atau kemampuan yang bersifat mendasar dan harus dikuasai oleh tenaga pengajar dalam melaksanakan tugas mengajar.
A. Keterampilan bertanya
Keterampilan bertanya merupakan suatu pengajaran itu sendiri, sebab pada umumnya guru dalam pengajarannya selalu melibatkan/menggunakan tanya jawab. Keterampilan bertanya merupakan keterampilan yang digunakan untuk mendapatkan jawaban atau balikan dari orang lain (Supriyadi, 2013:158).
Keterampilan bertanya dibedakan atas keterampilan dasar mengajar tingkat dasar dan keterampilan mengajar tingkat lanjut. Keterampilan dasar mengajar tingkat dasar mempunyai komponen dasar yang diterapkan dalam mengajukan pertanyaan. Sedangkan keterampilan dasar tingkat lanjut merupakan lanjutan dari keterampilan dasar mengajar tingkat dasar dan berfungsi untuk mengembangkan kemampuan berfikir siswa, meningkatkan partisipasi siswa, dan mendorong siswa agar mengambil inisiatif sendiri.
Prinsip Keterampilan Bertanya
1. Kehangatan dan antusiasi
Peningkatan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran, guru perlu menunjukkan sikap baik pada waktu mengajukan pertanyaan maupun ketika menerima jawaban dari siswa. Sikap dan gaya guru termasuk suara, ekspresi wajah, gerakan, dan posisi badan merupakan ada tidaknya kehangatan dan keantusiasannya.
2. Kebiasaan yang perlu dihindari
Ada beberapa kebiasaan yang perlu dihindari oleh seorang guru, yaitu antara lain:
a. Jangan mengulang-ulang pertanyaan apabila siswa tidak mampu menjawabnya.
b. Jangan mengulang-ulang jawaban siswa
c. Jangan menjawab sendiri pertanyaan yang diajukan sebelum siswa memperoleh kesempatan untuk menjawabnya.
d. Usahakan agar siswa tidak menjawab dengan serempak
e. Menentukan siswa yang harus menjawab/sebelum mengajukan pertanyaan
f. Guru terkadang mengajukan pertanyaan yang sifatnya ganda. (Suwarna, 2005:76)
B. Keterampilan Memberikan Penguatan
Penguatan merupakan respon yang diberikan terhadap perilaku atau perbuatan seseorang yang dianggap baik, yang dapat membuat terulang atau meningkatnya perilaku atau perbuatan yang dianggap baik tersebut (Winataputra, 2004).
Tujuan Memberikan Penguatan
1. Meningkatkan perhatian siswa
2. Membangkitkan dan memelihara motivasi siswa
3. Memudahkan siswa belajar
4. Mengontrol dan memodifikasi tingkah laku siswa
5. Memunculkan rasa percaya diri pada siswa
6. Mendorong perilaku positif siswa
7. Menjaga kelas kondusif.
C. Memberikan Variasi
Variasi merupakan hal yang perlu dilakukan saat proses pembelajaran. Menurut Alma (2009: 42) membuat variasi adalah suatu hal yang sangat penting dalam perilaku keterampilan mengajar. Variasi dalam hal ini adalah menggunakan berbagai metode, gaya mengajar, sumber bahan pelajaran, media pengajaran, dan variasi dalam bentuk interaksi antara guru dan peserta didik.
Menurut Usman (2009: 84) variasi stimulus adalah suatu kegiatan guru dalam konteks proses interaksi belajar mengajar yang ditujukan untuk mengatasi kebosanan peserta didik sehingga dalam situasi belajar-mengajar, peserta didik senantiasa menunjukkan ketekunan, antusias, serta penuh partisipasi.
Tujuan dan Manfaat Keterampilan Mengadakan Variasi
Menurut Sukirman (2012: 266) terdapat beberapa poin penting yang menjadi tujuan dan manfaat dari variasi stimulus, di antaranya yaitu:
1. Terciptanya proses pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi siswa.
2. Menghilangkan kejenuhan dan kebosanan sebagai akibat dari kegiatan yang bersifat rutinitas.
3. Meningkatkan perhatian dan motivasi siswa.Mengembangkan sifat keingintahuan siswa terhadap hal-hal yang baru.
4. Menyesuaikan model pembelajaran dengan cara belajar siswa yang berbeda-beda.
5. Meningkatkan kadar aktivitas belajar siswa.
Prinsip-prinsip Keterampilan Mengadakan Variasi
Pelaksanaan keterampilan mengadakan variasi dalam proses pembelajaran harus sesuai dengan prinsip-prinsip yang telah ditetapkan. Menurut Saud (2012:71) prinsip-prinsip keterampilan mengadakan variasi yaitu;
1. variasi hendaknya digunakan dengan suatu maksud tertentu yang relevan dengan tujuan yang hendak dicapai,
2. variasi harus digunakan dengan lancar dan berkesinambungan sehingga tidak akan merusak perhatian peserta didik dan tidak mengganggu pelajaran,
3. Dan variasi harus direncanakan secara baik dan secara eksplisit dicantumkan dalam rencana pelajaran atau satuan pelajaran.
D. Keterampilan Menjelaskan
Keterampilan menjelaskan dalam pengajaran adalah penyajian informasi secara lisan yang diorganisir dengan sistematis untuk menunjukkan adanya hubungan antara satu pesan dengan pesan yang lainnya, sehingga tercapailah suatu pemahaman yang diinginkan. Misalnya antara sebab dan akibat, definisi dengan contoh, atau dengan suatu yang belum diketahui.
Tujuan keterampilan menjelaskan
Tujuan penggunaan penjelasan dalam proses belajar menurut (Marno, 2008: 114), adalah :
1. Untuk membimbing pikiran peserta didik dalam memahami konsep, prinsip, dalil, atau hukum-hukum yang menjadi bahan pelajaran.
2. Untuk memperkuat struktur kognitif peserta didik yang berhubungan dengan bahan pelajaran.
Gilcman. 1991. Keterampilan Dasar Mengajar Guru. Jakarta: Rineka Cipta.
Supriyadi. 2013. Strategi Belajar Mengajar. Yogyakarta: Jaya Ilmu.
Usman. 2009. Metodologi Penelitian Sosial. Jakarta: Bumi Aksara.
Winataputra, dkk. 2004. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.
A. Keterampilan bertanya
Keterampilan bertanya merupakan suatu pengajaran itu sendiri, sebab pada umumnya guru dalam pengajarannya selalu melibatkan/menggunakan tanya jawab. Keterampilan bertanya merupakan keterampilan yang digunakan untuk mendapatkan jawaban atau balikan dari orang lain (Supriyadi, 2013:158).
Keterampilan bertanya dibedakan atas keterampilan dasar mengajar tingkat dasar dan keterampilan mengajar tingkat lanjut. Keterampilan dasar mengajar tingkat dasar mempunyai komponen dasar yang diterapkan dalam mengajukan pertanyaan. Sedangkan keterampilan dasar tingkat lanjut merupakan lanjutan dari keterampilan dasar mengajar tingkat dasar dan berfungsi untuk mengembangkan kemampuan berfikir siswa, meningkatkan partisipasi siswa, dan mendorong siswa agar mengambil inisiatif sendiri.
Prinsip Keterampilan Bertanya
1. Kehangatan dan antusiasi
Peningkatan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran, guru perlu menunjukkan sikap baik pada waktu mengajukan pertanyaan maupun ketika menerima jawaban dari siswa. Sikap dan gaya guru termasuk suara, ekspresi wajah, gerakan, dan posisi badan merupakan ada tidaknya kehangatan dan keantusiasannya.
2. Kebiasaan yang perlu dihindari
Ada beberapa kebiasaan yang perlu dihindari oleh seorang guru, yaitu antara lain:
a. Jangan mengulang-ulang pertanyaan apabila siswa tidak mampu menjawabnya.
b. Jangan mengulang-ulang jawaban siswa
c. Jangan menjawab sendiri pertanyaan yang diajukan sebelum siswa memperoleh kesempatan untuk menjawabnya.
d. Usahakan agar siswa tidak menjawab dengan serempak
e. Menentukan siswa yang harus menjawab/sebelum mengajukan pertanyaan
f. Guru terkadang mengajukan pertanyaan yang sifatnya ganda. (Suwarna, 2005:76)
B. Keterampilan Memberikan Penguatan
Penguatan merupakan respon yang diberikan terhadap perilaku atau perbuatan seseorang yang dianggap baik, yang dapat membuat terulang atau meningkatnya perilaku atau perbuatan yang dianggap baik tersebut (Winataputra, 2004).
Tujuan Memberikan Penguatan
1. Meningkatkan perhatian siswa
2. Membangkitkan dan memelihara motivasi siswa
3. Memudahkan siswa belajar
4. Mengontrol dan memodifikasi tingkah laku siswa
5. Memunculkan rasa percaya diri pada siswa
6. Mendorong perilaku positif siswa
7. Menjaga kelas kondusif.
C. Memberikan Variasi
Variasi merupakan hal yang perlu dilakukan saat proses pembelajaran. Menurut Alma (2009: 42) membuat variasi adalah suatu hal yang sangat penting dalam perilaku keterampilan mengajar. Variasi dalam hal ini adalah menggunakan berbagai metode, gaya mengajar, sumber bahan pelajaran, media pengajaran, dan variasi dalam bentuk interaksi antara guru dan peserta didik.
Menurut Usman (2009: 84) variasi stimulus adalah suatu kegiatan guru dalam konteks proses interaksi belajar mengajar yang ditujukan untuk mengatasi kebosanan peserta didik sehingga dalam situasi belajar-mengajar, peserta didik senantiasa menunjukkan ketekunan, antusias, serta penuh partisipasi.
Tujuan dan Manfaat Keterampilan Mengadakan Variasi
Menurut Sukirman (2012: 266) terdapat beberapa poin penting yang menjadi tujuan dan manfaat dari variasi stimulus, di antaranya yaitu:
1. Terciptanya proses pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi siswa.
2. Menghilangkan kejenuhan dan kebosanan sebagai akibat dari kegiatan yang bersifat rutinitas.
3. Meningkatkan perhatian dan motivasi siswa.Mengembangkan sifat keingintahuan siswa terhadap hal-hal yang baru.
4. Menyesuaikan model pembelajaran dengan cara belajar siswa yang berbeda-beda.
5. Meningkatkan kadar aktivitas belajar siswa.
Prinsip-prinsip Keterampilan Mengadakan Variasi
Pelaksanaan keterampilan mengadakan variasi dalam proses pembelajaran harus sesuai dengan prinsip-prinsip yang telah ditetapkan. Menurut Saud (2012:71) prinsip-prinsip keterampilan mengadakan variasi yaitu;
1. variasi hendaknya digunakan dengan suatu maksud tertentu yang relevan dengan tujuan yang hendak dicapai,
2. variasi harus digunakan dengan lancar dan berkesinambungan sehingga tidak akan merusak perhatian peserta didik dan tidak mengganggu pelajaran,
3. Dan variasi harus direncanakan secara baik dan secara eksplisit dicantumkan dalam rencana pelajaran atau satuan pelajaran.
D. Keterampilan Menjelaskan
Keterampilan menjelaskan dalam pengajaran adalah penyajian informasi secara lisan yang diorganisir dengan sistematis untuk menunjukkan adanya hubungan antara satu pesan dengan pesan yang lainnya, sehingga tercapailah suatu pemahaman yang diinginkan. Misalnya antara sebab dan akibat, definisi dengan contoh, atau dengan suatu yang belum diketahui.
Tujuan keterampilan menjelaskan
Tujuan penggunaan penjelasan dalam proses belajar menurut (Marno, 2008: 114), adalah :
1. Untuk membimbing pikiran peserta didik dalam memahami konsep, prinsip, dalil, atau hukum-hukum yang menjadi bahan pelajaran.
2. Untuk memperkuat struktur kognitif peserta didik yang berhubungan dengan bahan pelajaran.
Daftar Pustaka
Gilcman. 1991. Keterampilan Dasar Mengajar Guru. Jakarta: Rineka Cipta.
Supriyadi. 2013. Strategi Belajar Mengajar. Yogyakarta: Jaya Ilmu.
Usman. 2009. Metodologi Penelitian Sosial. Jakarta: Bumi Aksara.
Winataputra, dkk. 2004. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.
Keterampilan dasar apa yang perlu di miliki oleh seorang guru?
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat dan bagus sekali
BalasHapus